morfologi sperma amorphous

teratozoospermia: Morfologi kepala sperma amorphous adalah kelainan pada bentuk kepala sperma akibat kelainan kromatin abnormal yang diinduksi oleh gangguan dalam proses penggantian histone-protamin.

Teratozoospermia Morfologi Kepala Amorphous

Infertilitas pria memengaruhi sekitar 7% populasi pria. Pada sekitar 40% pasien yang terkena, etiologinya masih belum diketahui. Di sini, kami melaporkan kasus-kasus dari dua bersaudara infertil yang memiliki fenotipe sperma lazim unik dengan kepala sperma yang benar-benar amorf. Untuk menyelidiki mekanisme teratozoospermia familial dengan kepala sperma amorf, kondensasi kromatin dinilai dengan pewarnaan anilin biru, western blot, uji struktur kromatin sperma dan mikroskop kekuatan atom pada kedua saudara dan 40 donor kontrol yang subur.

Teratozoospermia Morfologi Kepala Amorphous
Teratozoospermia Morfologi Kepala Amorphous

Hasil kami menunjukkan kondensasi abnormal kromatin dengan sperma berkepala amorf. Kami menyarankan bahwa kondensasi kromatin abnormal yang diinduksi oleh gangguan dalam proses penggantian histone-protamin dapat menjadi kemungkinan penyebab teratozoospermia familial dengan kepala amorf, dan elastisitas inti sperma bisa menjadi indeks baru untuk menilai kualitas sperma. Selain itu, untuk pertama kalinya, penelitian ini memberikan strategi biomekanik baru untuk mengevaluasi sperma patologis yang berkontribusi pada pemahaman kita tentang teratozoospermia.

Penjelasan Lebih Mendalam : Contoh-contoh Morfologi Sperma Normal dan Abnormal

 

Akibat Morfologi Kepala Sperma Amorphous

 

Akibat morfologi kepala sperma amorphous ini jika dilihat dari strukturnya bahwa bentuk kepala sperma tersebut memilika bentuk hanya 1/2 bagian, yang berarti ada cacat pada akrosom dan intisel pada bagian kepala sperma. Dalam penelitian diatas disimpulkan bahwa kepala sperma yang memiliki bentuk amorphous memiliki kelainan kromatin (kromosom) yang akibat nya kondisi sperma tersebut akan sulit untuk bisa menembus sel telur karena cacat akrosom. Selain cacat pada akrosom yang lebih harus di garis bawahi adalah abnormal nya kromatin atau kromosom pada bentuk kepala sperma yang amorphous ini. Dimana kelainan kromatin atau kromosom ini apabila sel sperma yg memiliki bentuk kepala amorphous tersebut berhasil menembus sel telur, maka akan ada resiko menanti yaitu kegagalan perkembangan embrio sehingga dalam kehamilan dapat beresiko terjadinya kehamilan dengan janin tidak berkembang atau Blight Ovum (disingkat : BO).

Singkatan : SCSA: uji struktur kromatin sperma; AFM: mikroskop kekuatan atom; ICSI: injeksi sperma intracytoplasmic; HDS: stainabilitas DNA tinggi; DFI: indeks fragmentasi DNA; PBS: saline yang mengandung fosfat; DTT: dithiothreitol; FITC: fluorescein isothiocyanate; DAPI: 4สน, 6-diamidino-2-pheneylindole; SSC: sitrat saline standar

Jurnal Ilmiah : https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/19396368.2018.1543481

KONSULTASI

klinik elif medika

Yudha Nugraha, Akp

Hubungi kami untuk melakukan konsultasi masalah Reproduksi & Fertilitas Pria