oligoasthenozoospermia
OligoAsthenozoospermia adalah diagnosa klinis dari hasil analisa semen dimana konsentrasi jumlah sperma dibawah 15 juta/mL dengan motilitas atau pergerakan sperma progresif lurus cepat dibawah 32% (atau A+B < 50%) sesuai standarisasi yang dipakai saat ini yaitu WHO tahun 2010.

 

oligoasthenozoospermia
Ilustrasi Fragmentasi DNA Sperma
(Image creator elifmedika.com)

OligoAsthenozoospermia merupakan salah satu faktor penyebab seorang pria sulit untuk menghamili pasangannya, dikarenakan jumlah sperma yang terkandung dalam cairan mani terlalu sedikit dibawah nilai standar pria subur. Selain itu, motilitas atau pergerakan sperma yang kurang gesit atau bahkan sperma bergerak progresif  0% (sperma bergerak lurus cepat tidak ada) merupakan faktor serius sulitnya sang sperma dapat bertemu sel telur. Tidak ada sperma bergerak lurus cepat berarti tidak ada pula sperma yang bisa berenang sampai bertemu telur untuk pembuahan. Jika sperma bergerak progresif lurus cepat ada dan ditemukan, namun masih dibawah 32% artinya peluang pembuahan masih ada namun kecil sekali.


FAKTOR PENYEBAB OLIGOASTHENOZOOSPERMIA


OligoAsthenozoospermia memiliki banyak varian penyebab nya. Beberapa kasus yang sering ditemuka di Indonesia diantaranya :

  • OligoAsthenozoospermia disebabkan karena infeksi atau peradangan.
  • OligoAsthenozoospermia yang disebabkan karena adanya varikokel.
  • OligoAsthenozoospermia yang disebabkan karena gangguan pada sistem hormonal.
  • OligoAsthenozoospermia yang disebabkan karena adanya koagulum (penggumpalan sperma) atau aglutinasi positif (sperma saling menempel).
  • OligoAsthenozoospermia sebab kelainan pada DNA sperma atau fragmentasi DNA sperma.

Sebab Infeksi atau Peradangan : OligoAsthenozoosprmia, Leukospermia

Jumlah sperma menurun dan motilitas pergerakan sperma lambat bisa disebabkan karena adanya infeksi pada sistem reproduksi. Diantaranya biasanya ditemukan indikator leukosit tinggi pada pemeriksaan analisa sperma. Kadar leukosit tinggi (sel darah putih) Sel darah putih, (bahasa Inggris: white blood cell, WBC, leukocyte) leukosit adalah sel yang membentuk komponen darah. Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Artinya apabila kesimpulan pada hasil analisa sperma OligoAsthenozoospermia dengan leukospermia atau leukosit tinggi diagnosa klinis besar kemungkinan mengarah pada infeksi penyebabnya. Apabila pada hasil analisa sperma ditemukan pula eritrosit atau sel darah merah, besar kemungkinan infeksi tersebut disertai dengan peradangan. Untuk memastikan lebih detail dan spesifik sesuai data, Anda bisa melakukan cek bakteri atau cek urin ke laboratorium terdekat.

 

Sebab Varikokel atau Varises Testis : OligoAsthenozoospermia, Varikokel

Faktor penyebab jumlah sperma sedikit dan pergerakan sperma lambat juga bisa dikaitkan dengan adanya pelebaran pembuluh darah vena di testis. Varises testis atau varikokel menyebabkan suhu pada testis menjadi panas sehingga jumlah sperma yang diproduksi testis akan menurun. Sedangkan testis (buah jakar) dapat memproduksi sperma pada suhu -2 °C dari suhu normal tubuh. Jika suhu testis lebih panas maka produksi sperma pun akan menurun bahkan terhenti (testis tidak produksi sperma). Kondisi ini pun sering ditemukan pada kasus sperma nol (Azoospermia) dimana testis tidak memproduksi sperma sama sekali. Selain produksi sperma yang menurun, suhu testis panas akibat varikokel ini juga menyebabkan sperma menurun kualitas nya bahkan rentan mati. Suhu testis yang panas umunya akan banyak ditemukan sperma yang tidak bergerak atau Immotile pada pemeriksaan analisa sperma dan 0% sperma bergerak progrsif (lurus cepat tidak ada). Mendiagnosa varikokel bisa dengan pemeriksaan fisik (perabaan) atau Anda bisa mengunjungi laboratorium di tempat Anda untuk pemeriksaan USG testis.
Sebab Gangguan Hormonal : OligoAsthenozoospermia, Immbalance Hormone
Faktor penyebab konsentrasi atau jumlah sperma sedikit dan pergereakan sperma lambat bisa dikarenakan gangguan pada sistem hormonal. Hormon adalah suatu zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar hipopisis di otak yang mempunyai efek tertentu pada aktifitas organ-organ lain dalam tubuh. Horomon yang berperan dalam produksi dan pematangan sperma adalah hormon FsH, LH dan Testoterone. Apabila ketiga hormon tersebut rendah atau dibawah dari kadar normal maka bisa dipastikan penyebab jumlah sperma sedikit dan pergerakannya lambat adalah masalah hormonal. Indikator pada hasil analisa sperma umunya volume cairan mani sedikit dibawah 1,5 mL. Apabila ingin lebih spesifik, Anda bisa melakukan pemeriksaan hormon diatas (FSH, LH dan Testoteron) untuk lebih jelasnya. pelajari sistem kerja hormon dalam produksi sperma

Sebab Koagulum dan Aglutinasi Positif : OligoAsthenozoospermia, Aglutinasi Positif (+)

Faktor penyebab sperma sedikit dan sperma motilitas nya lambat bisa disebabkan karena koagulum. Koagulum sperma adalah penggumpalan pada cairan mani yang mengandung sperma setelah ejakulasi dan biasanya gumpalan ini berwarna putih seperti jelly. Penggumpalan ini umunya disertai dengan aglutinsi positif. Aglutinasi sperma positif adalah terjadinya penempelan antara sperma yang satu dengan lainnya. Aglutinasi sperma positif bervariasi, bisa penemplan sperma antara kepala dengan kepala, ekor dengan ekor atau kepala dengan ekor. Aglutinasi sperma positif dipicu dari antibody pada cairan semen. Antibody seharusnya tidak ada pada cairan semen sebab antibody ini dapat merusak bahkan membunuh sperma yang ada. Munculnya antibody pada cairan mani umunya dsebabkan adanya peradangan atau infeksi pada epidedimis. Penempelan sperma (aglutinasi positif) merupakan respon adanya alergi sperma (ASA Tinggi). Suami dan istri disarankan melakukan Pemeriksaan HSAat (Husband’s Sperm Auto-aglutination Test) atau Tes Kibrik untuk memastikan nya.

 

Sebab Kerusakan DNA Sperma : OligoAsthenozoospermia, Fragmentasi DNA Sperma

Faktor penyebab jumlah sperma dibawah 15 juta/mL dan pergerakan sperma progresif kurang dari 32% bisa dikaitkan dengan beanyaknya fragmentasi DNA Sperma. Fragmentasi DNA sperma adalah kerusakan pada DNA spermatozooa atau struktur kromatinnya. Faktor penyebab terjadinya kerusakan DNA sperma diantaranya karena proses pematangan sperma yang tidak bagus dan karena stress oksidatif yang disebabkan reactive oxigen species (ROS). Stres oksidatif adalah keadaan dimana ketika produksi reactive oxigen species (ROS) berlebih melampaui kemampuan alami antioksidan untuk menetralkannya. Sebanyak 25-40% pria tidak subur memiliki semen dengan jumlah ROS meningkat akibat proses kaskade peroksidasi lipid dan degenerasi makromolekul.

“Banyak pengobatan telah menunjukkan efek negatif terhadap parameter DNA sel-sel di semen. Alkylating agents dalam kemoterapi telah diketahui sebagai sumber kerusakan DNA spermatozoa dan efeknya menetap beberapa bulan setelah selesai terapi. Obat seperti ludarabine, cyclophosphamide dan busulphan memiliki efek bervariasi yaitu oligozoospermia, menurunkan volume testis dan kadar testosteron, serta meningkatkan produksi FSH dan LH. Kokain dan kafein juga mendegradasi DNA spermatozoa. Paparan kokain meningkatkan kerusakan untai DNA sehingga terjadi apoptosis. Konsumsi kafein berkaitan dengan peningkatan kerusakan DNA untai ganda spermatozoa. (Sumber : http://journal.ui.ac.id/index.php/eJKI/article/viewFile/5050/3459)”

Fregmentasi DNA sperma pada pasien OligoAsthenozoospermia paling umum diakibatkan oleh stress oksidatif dari reactive oxigen species (ROS) yang disebabkan varikokel. Varikokel dapat mempengaruhi tingkat kerusakan DNA spermatozoa melalui dua mekanisme, yaitu secara langsung dengan meningkatkan suhu skrotum atau tidak langsung dengan meningkatkan produksi ROS. Untuk memastikan adanya kerusakan DNA sperma atau tidak, Anda dapat melakukan pemeriksaan HALO Test, Uji Fregmentasi DNA Sperma.

Artikel Terkait : Terapi Pengobatan OligoAsthenozoospermia Sesuai Penyebabnya

 


13+ Success Story Pasien OligoAsthenozoospermia


 

KONSULTASI

klinik elif medika

Yudha Nugraha, Akp

Hubungi kami untuk melakukan konsultasi masalah Reproduksi & Fertilitas Pria